Salman Neptunus 0 6/15/2026
Neptunus
Salman @Salman June 15, 2026 0 0

Internal Heat

Meskipun jaraknya jauh lebih dingin dari Uranus, Neptunus memancarkan energi 2,6 kali lebih besar dari yang diterimanya! Sumber panasnya diduga berasal dari sisa panas primordial dan konveksi metana. Di bawah tekanan ekstrem mantel Neptunus, metana pecah menjadi karbon dan mengkristal menjadi Hujan Berlian (Diamond Rain) yang tenggelam ke inti dan melepaskan energi gravitasi berupa panas.

Kontras suhu yang tajam antara interior yang panas dan atmosfer luar yang sangat dingin memicu badai supersonik. Neptunus memegang rekor sebagai planet dengan angin tercepat di Tata Surya (mencapai lebih dari $2.100\text{ km/jam}$) dan memiliki sistem badai aktif seperti Great Dark Spot.

Satelit terbesar Neptunus, Triton, tertangkap oleh gravitasi Neptunus ke dalam orbit mundur (retrograde). Interaksi ini menghasilkan gaya pasang surut yang sangat masif, melelehkan interior Triton di masa lalu, dan menyisakan aktivitas cryovolcanism nitrogen cair yang aktif hingga sekarang.

Sedna

Sedna adalah planet kerdil / objek Trans-Neptunian (TNO) es-batuan berdiameter kecil ($\approx 1.000\text{ km}$). Sedna tidak memiliki kontraksi gravitasi maupun hujan helium. Sumber panas internalnya murni hanya dari Pemanasan Radiogenik (Radiogenic Heating), yaitu peluruhan unsur radioaktif ($^{26}\text{Al}$ di masa purba, serta $\text{U, Th, K}$ saat ini) di inti batuannya. Energi ini sangat kecil dan terus melemah.

Sedna beku total. Energi radiogeniknya terlalu lemah untuk menciptakan geologi aktif atau atmosfer di permukaannya. Suhunya hampir mendekati nol mutlak ($\approx 12\text{ K}$), permukaannya hanya dilapisi es metana kering dan tholin merah.