Zafran Kisi-Kisi: Asesmen Madrasah 2025 533 22 8/19/2026
Kisi-Kisi: Asesmen Madrasah 2025
Zafran @zafran17 August 19, 2026 533 22

Daftar Isi§

Senin, 21 April 2025

I—Sejarah Kebudayaan Islam§

Kelas 7

Kelas 8

Kelas 9

Sepuluh soal terakhir—41–50, pilihan ganda kompleks dan benar/salah—tidak diberi tahu.

II—Ilmu Pengetahuan Sosial§

Kelas 7 & 8

Kelas 9

Selengkapnya di IPS Kelas 9.

Selasa, 22 April 2025

III—Bahasa Arab§

Sabar, ya. Sedang ditik. Bukan ‘diketik’ karena kata dasarnya ‘tik’ bukan ‘ketik’.

At-Ta‘āruf (Perkenalan)

Susunan mubtada` dan khabar.

مُبْتَدَأ + خَبَر

Mubtada` adalah isim yang berfungsi sebagai subjek dalam kalimat. Isim adalah kata benda. Subjek adalah kata benda yang sedang dibicarakan.

Khabar adalah kata-kata yang menjelaskan mubtada` tadi, bisa dibilang seperti adjektiva (kata sifat).

Contohnya sebagai berikut.

أَنَا مَاهِرٌ

Saya pintar.

Contoh diatas memiliki mubtada`-nya انا, dan khabar-nya ماهر.

Nah, انا adalah contoh ḍamīr. Apa itu ḍamīr? Ḍamīr adalah kata ganti persona (pronomina persona), seperti aku, kamu, dia, saya, Anda, engkau, mereka, -nya (bukunya), -mu (ponselmu), kalian, gue, lo, awak, inyo, he, she, it, dan lain-lain. Jenis-jenis ḍamīr akan dijelaskan di bawah.

Berikut contoh lainnya.

هُوَ مُدَرِّسٌ

Dia (seorang) guru.

ذَلِكَ بَيْتٌ وَاسِعٌ

Itu rumah yang luas.

Oh iya, kalimat dengan struktur mubtada` + khabar disebut sebagai jumlah ismiyyah (secara harfiah kalimat kata benda). Dalam kaidah bahasa Indonesia disebut sebagai kalimat nominal.

Dalam kasus ini, kedua mubtada` dan khabar ber-i’rab rafa’, sehingga disebut sebagai isim marfū’.

Apa itu i’rab? I’rab adalah perubahan bentuk kata sesuai perannya di dalam kalimat, dalam kasus yang paling sederhana, perubahan harakat di akhir kata. Ada empat i’rab, yaitu rafa’, naṣab, jar, dan jazm. Tidak sempat saya bahas semua.

Saya akan menggunakan ħ untuk melambangkan ta marbuṭaħ.

Lanjut, ada juga isim isyāraħ, yaitu kata tunjuk. Kata tunjuk terbagi dua, tunjuk dekat dan jauh. Kata tunjuk dekat, seperti “ini”. Kata tunjuk jauk, seperti “itu”.

Ẓaraf

Lanjut lagi, ada ẓaraf. Ẓaraf terbagi dua, yaitu ẓaraf zamān dan ẓaraf makān.

Ẓaraf Zamān

Ẓaraf zamān adalah kata yang menunjukkan keterangan waktu (ber-i’rab naṣhab).

Contohnya,

الْيَوْمَ

Hari ini.

غَدًا

Besok.

قَبْلَ

Sebelum.

Berikut contoh kalimat dengan ẓaraf zamān.

الْيَوْمَ ذَهَبْتُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ

Hari ini saya (telah) pergi ke sekolah.

Ẓaraf Makān

Makān itu tempat, bukan makan! Ẓaraf makān adalah kata yang menunjukkan tempat, seperti di, di atas, di dalam, di samping, dan lain-lain.

فِيْ

Di (dalam).

تَحْتَ

Di bawah.

عَلٰى

Di atas (menempel); on.

فَوْقَ

Di atas (tidak menempel); above.

بِجَانِبِ

Di samping.

Contohnya kalimat sebagai berikut.

قَلَمٌ عَلَى الطَّاوِلَةِ

(Ada) pena di atas meja.

Macam-Macam Ḍamīr

Berikut sebagian pembagian ḍamīr.

Ḍamīr Munfaṣil

Ḍamīr yang terpisah, atau berdiri sendiri, seperti هو dan انت.

Ḍamīr Muttaṣil

Ḍamīr yang tersambung, baik dengan fi’il maupun dengan isim. Berikut contohnya.

قَرَأْتُ

Saya (telah) membaca.

قَلَمُكَ
Penamu

Fi’il Muḍāri’

Serius perlu kubahas materi ini nih?

Fi’il muḍāri dipakai untuk kata kerja masa sekarang (present) dan masa yang akan datang (future).

Bentuknya adalah

يَفْعلُ

Bentuk-bentuk lainnya tidak saya bahas.

Huruf-Huruf Naṣab

أَنْ

Untuk.

لَنْ

Tidak akan; will not.

لِـ

Untuk.

Fi’il setelah huruf-huruf di atas akan ber-i’rab naṣab.

Contohnya sebagai berikut.

أُرِيْدُ أَنْ أَذْهَبَ إِلَى غُرْفَةِ نَوْمِيْ

Saya ingin (untuk) pergi ke kamarku.

جِئْتُ لِأَقْرَأَ كِتَابًا

Saya (telah) datang untuk membaca (sebuah) buku.

Lā Nahiyyah dan Lam Nafiyyah

La nahiyyah digunakan untuk larangan, bisa diterjemahkan sebagai “jangan”. Berikut contohnya.

لَا تَجْلِسْ!

Jangan duduk!

لَا تَكُنْ كَسُوْلًا

Jangan (menjadi) malas!

Sedangkan lam nafiyyah digunakan untuk kata “tidak” atau “belum”, atau dalam bahasa Inggris “didn’t”. Lam nafiyyah berfokus pada masa lalu. Berikut contohnya.

لَمْ أَكَلْ شَيْـًٔا

Saya tidak/belum makan apa-apa.

Nah, fi’il setelah lā nahiyyah dan lam nafiyyah ber-i’rab jazm.

Fi’il Amr

Kata kerja perintah, ber-i’rab jazm.

Isim Mauṣūl

Kata ganti penghubung, dapat diterjemahkan sebagai “yang”.

Isim Tafḍīl

Isim perbandingan.

IV—Pendidikan Pancasila§

Kelas 7 dan 8

Kelas 9

Senin, 26 April 2025

V—Fikih§

Sabar, ya, lagi dibuat 👍.

A. Hadas

Hadas adalah suatu peristiwa yang menyebabkan orang harus bersuci, baik dengan berwudu atau mandi besar.

A.1. Hadas Kecil

Berikut penyebab-penyebabnya.

Untuk menyucikan hadas kecil, harus berwudu.

^ Ada perbedaan pendapat, yang paling umum adalah haram. Ada yang mengecualikan, misalnya kepada orang tua renta yang tak mungkin menimbulkan syahwat, hukumnya boleh. Tapi untuk jaga-jaga, hindari saja berjabat tangan dengan lawan jenis, tak pandang usia.

A.1.i. Wudu

Berikut rukun wudu.

  1. Niat,
    cukup niat secara mental, tak wajib untuk dilafalkan.
    Misalnya kamu mau makan apel yang ada di atas meja, saat mau makan, perlukah kamu menyebut, “Saya berniat untuk makan apel yang ada di atas meja”? Tidak perlu, cukup ambil, lalu makan. Sama seperti wudu, cukup berwudu.
  2. Membasuh wajah, batasnya tumbuh rambut hingga dagu, telinga kanan hingga kiri.
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku.
  4. Mengusap sebagian kepala,
    jika memiliki rambut, maka harus rambut yang ada di lingkaran kepala. Jika botak, tetap mengusap kepala.
  5. Membasuh kaki hingga mata kaki.
  6. Tertib,
    Tak boleh kaki dulu baru muka.

A.2. Hadas Besar

Berikut penyebab-penyebabnya.

Untuk menyucikannya, perlu mandi besar.

A.2.i. Mandi Besar

Berikut syarat sahnya.

Hanya ada dua rukun mandi besar.

  1. Niat.
  2. Meratakan air ke seluruh tubuh,
    termasuk sela-sela rambut, lipatan-lipatan kulit, dan lain-lain.

B. Najis

B.1. Najis Mukhaffafaħ (Ringan)

Contohnya air kencing bayi laki-laki yang hanya telah mengonsumsi air susu ibunya. Dan sebagian pendapat mengatakan air mazi termasuk najis mukhaffafaħ.

Cara menyucikannya cukup dengan memercikkan air mutlak pada sesuatu yang terkena najis ini.

B.2. Najis Mutawasiṭaħ (Sedang)

Contohnya sebagai berikut.

FYI, mayoritas ulama mengatakan air mani tidaklah najis.

Najis ini terbagi dua, yaitu yang tampak dan yang tidak.

B.2.i. Najis ‘Ainiyah (Tampak)

Tampak sifat-sifatnya, yaitu:

Hmm, warna, bau, dan rasa, baikla–. Eh, RASA?!

Cara menyucikannya adalah dengan mencucinya sampai sifat-sifat tersebut hilang semua. Setelah hilang sifatnya, basuh dengan air mutlak.

B.2.ii. Najis Ḥukumiyah (Tak Tampak)

Seperti air kencing yang sudah kering, kerak-keraknya.

Cara menyucikannya adalah membasuh atau mengalirkan air mutlak kepadanya.

B.3. Najis Mugallazaħ (Berat)

Contohnya adalah sesuatu—kotoran, air liur, dan keringat—yang berasal dari anjing atau babi.

Cara menyucikannya, cuci tujuh kali, salah satunya dicampur dengan tanah atau debu.

B.4. Najis Ma’fu (Dimaafkan)

Najis ini tidak perlu disucikan, karena terlalu sedikit, atau tidak bisa dibedakan antara yang terkena najis dan yang tidak.

Contohnya sebagai berikut.

Makanan beku yang terkena najis, cukup membuang bagian yang terkena najis.

Makanan cair yang terkena najis, semuanya dihukumi najis, lagian siapa yang mau makan sop campur tai …?

Nanah dan darah dari kudis termasuk najis ma’fu.

C. Salat Fardu

Masa gak tahu? Lagian setiap hari salat lima waktu …, kan?

D. Salat Berjamaah

Salat yang dilakukan bersama-sama, setidaknya dua orang, satu makmum, dan satu imam.

E. Zikir dan Doa

Zikir tidaklah hanya dengan bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Zikir secara bahasa artinya mengingat. Zikir adalah mengingat Allah, dapat dilakukan dengan salat, dan cara-cara lain.

F. Salat Jumat

Berikut syarat wajib salat Jumat.

Berikut syarat sah salat Jumat.

Berikut rukun khotbah Jumat.

G. Salat Jamak dan Qasar

Salat jamak dan/atau qasar menjadi boleh jika jarak sudah mencapai 2 marhalah, atau 16 farsakh, atau sekitar 80~90 km.

Marhalah adalah jarak tempuh umumnya seseorang berjalan kaki atau berkuda selama sehari.

Salat jamak dan/atau qasar menjadi afdal jika jarak sudah mencapai 3 marhalah.

Salat qasar menjadi wajib jika waktu salat sudah mepet.

H. Salat dalam Keadaan Tertentu

Salat di pesawat, kapal, dan sebagainya. Salat saat sakit. Salat Khauf (salat saat keadaan perang).

Jika tak mampu salat berdiri, maka duduklah. Tak mampu salat duduk, berbaringlah. Tak mampu juga berbaring? Saatnya disalatkan.

Sumber: saya.

I. Salat Sunah Mu’akkad dan Gairu Mu’akkad

J. Sujud Sahwi, Tilawah, dan Syukur

J.1. Sujud Sahwi

Dilaksakan setelah salat jika lupa, ragu, atau salah dalam melaksanakan rukun salat.

Terbagi dua, sujud sahwi sebelum salam dan setelah salam.

Berikut bacaannya,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

Maha Suci yang tidak tidur dan tidak lupa.

J.2. Sujud Tilawah

Dilaksanakan jika membaca atau mendengar ayat sajdah, di dalam salat maupun di luar.

Hukumnya sunah.

Berikut bacaannya.

سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهٗ وَشَقَّ سَمْعَهٗ وبَصَرَهٗ بِحَوْلِهٖ وَقُوَّتِهٖ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Wajahku bersujud untuk Yang Menciptakannya, Yang Membentuknya, Yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya, dengan kuasa dan kekuatan-Nya, maka Maha Suci Allah, sebaik-baik pencipta.

J.3. Sujud Syukur

Sesuai namanya, dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Hukumnya sunah.

Berikut bacaannya.

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (kuasa) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

K. Zakat

K.1. Zakat Fitrah

Satu-satunya sedekah yang wajib.

Berikut rukun zakat fitrah.

K.2. Zakat Mal

Umumnya 2,5%. Telah mencapai nisab dan haul (umumya setahun).

L. Puasa

Syarat wajib puasa Ramadan sebagai berikut.

Berikut syarat sah puasa.

Berikut rukun puasa.

FYI, mimpi basah di tengah puasa tidak membatalkan puasa, tetapi tetap harus mandi besar jika ingin salat.

Berikut hari-hari diharamkan berpuasa.

Berikut puasa-puasa sunah.

M. Sedekah, Hibah, dan Hadiah

Hukum ketiga-tiganya sunah.

M.1. Sedekah

Diberikan kepada orang yang membutuhkan.

M.2. Hibah

Pemberian harta secara sukarela.

M.3. Hadiah

Pemberian barang dengan tujuan penghormatan atau penghargaan, seperti lomba atau pencapaian lainnya.

N. Haji

Silakan lihat Buku Besar MTs Sederajat.

O. Umrah

P. Makanan dan Minuman yang Halal dan Haram

Q. Penyembelihan Hewan

Disunahkan dengan alat yang tajam.

Berikut syarat penyembelihan hewan.

R. Kurban

Kurban adalah penyembelihan hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu pada waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.

Pembagiannya adalah sepertiga untuk orang berkurban, sepertiga untuk orang yang disukai, sepertiga untuk fakir miskin.

S. Akikah

Menurut istilah fikih, akikah adalah menyembelih hewan ternak—berupa kambing atau domba—berkenaan dengan kelahiran anak, sebagai bukti rasa syukur kepada Allah ﷻ.

T. Jual Beli dan Khiyar

U. Qiraḍ

V. Riba

Hukum riba adalah haram.

W. ‘Ariyah

Adalah pinjam meminjam. Hukum meminjam adalah mubah, hukum meminjamkan adalah sunah.

X. Wadi’ah

Adaalah titip menitip. Hukum menitip adalah mubah, hukum menerima titipan adalah sunah.

Y. Hutang Piutang

Akad untuk pemberian barang dengan perjanjian akan dikembalikan dengan nilai yang sama.

Z. Gadai

AA. Hiwālaħ

AB. Sewa Menyewa

AC. Upah

AD. Pemulasaran Jenazah

AE. Waris

Selengkapnya di Kisi-Kisi: Kelas 9 Semester 2##Waris.

Berikut besaran bagian ahli waris żawilfurūd (ذَوِي الْفُرُوْض).

Relasi Besaran
Anak perempuan tunggal 1/2
Anak perempuan dua+ 2/31
Ayah (jika pewaris tidak ada anak2) 1/3
Ayah (x. memiliki anak) 1/6
Ibu (x. tidak ada anak) 1/6
Ibu (x. memiliki anak atau dua+ saudara) 1/3
Ibu (x. tidak ada anak atau dua+ saudara) 1/6
Suami (x. tidak ada anak) 1/2
Suami (x. memiliki anak) 1/4
Istri (x. tidak ada anak) 1/4
Istri (x. memiliki anak) 1/8
Seorang saudara/i (x. tidak ada anak dan bapak) 1/6 masing-masing
Dua+ suadara/i (x. tidak ada anak dan bapak) 1/3 bersama
Satu saudari sekandung/bapak (x. tidak ada anak dan bapak) 1/2
Dua+ saudari sekandung/bapak (x. tidak ada anak dan bapak)3 2/3 bersama

Berikut bagian ‘asābah (عَصَابَة).

1. ‘Aṣābah Binafsih (عَصَابَة بِنَفْسِهٖ)

Mendapat sisa harta waris.

  1. Anak laki.
  2. Cucu laki.
  3. Bapak.
  4. Bapaknya bapak.
  5. Saudara sekandung.
  6. Saudara sebapak.
  7. Anak laki dari saudara sekandung.
  8. Anak laki dari saudara sebapak.
  9. Paman sekandung.
  10. Paman sebapak.
  11. Anak laki dari paman sekandung.
  12. Anak laki dari paman sebapak.
  13. Laki-laki yang memerdekakan pewaris jika ia dulu seorang budak.

2. ‘Aṣābah Bil-Gair (عَصَابَة بِالْغَيْر)

Perempuan yang menjadi ‘aṣābah karena ada saudaranya yang ‘aṣābah. Seperti berikut.

  1. Anak perempuan, karena ada anak laki-laki.
  2. Anak perempuannya anak laki-laki, karena ada anak laki-lakinya anak laki-laki.
  3. Saudari sekandung, karena ada saudara sekandung.
  4. Saudari sebapak, karena ada saudara sebapak.

Tetapi bagian laki-laki dua kali bagian perempuan.

3. ‘Aṣābah Ma’al-Gair (عَصَابَة مَعَ الْغَيْر)

Perempuan yang menjadi ‘aṣābah karena ada perempuan lain yang derajatnya sama, seperti berikut.

  1. Saudari sekandung, karena ada anak perempuan.
  2. Saudari sebapak, karena ada anak perempuan atau cucu perempuan.
Senin, 26 April 2025

X—Al-Qur'an Hadis§

XI—Bahasa Indonesia§

Agak geram saya melihat banyak orang Indonesia yang masih belum bisa menulis dengan baku. Baku di sini bukan bermakna formal, tetapi sesuai tata letak ejaan bahasa Indonesia.

Banyak orang yang mengetik tanpa tanda baca. Tentu hal tersebut menyulitkan pembaca. Ingat, baku tak harus kaku! Gunakan bahasa yang mudah dipahami agar lawan bicaramu paham.

Bahasa Indonesia itu indah, lo.

Teks Deskripsi

Teks deskripsi menggambarkan, memaparkan, menguraikan suatu objek dengan jelas dan terperinci, seolah-olah pembaca bisa mencitrakan objek tersebut secara langsung.

Berikut struktur teks deskripsi.

  1. Deskripsi Umum.
    Penjelasan singkat, secara keseluruhan, sebagai pendahuluan atau introduksi kepada objek.
  2. Deskripsi Bagian.
    Penjelasan yang lebih terperinci, yang melibatkan pancaindra, seperti bentuk, warna, tekstur, dan lain-lain.
  3. Simpulan atau Kesan.
    Kesan penulis terhadap objek yang dibahas.

Ada beberapa jenis paragraf berdasarkan letak ide pokok.

  1. Deduktif: Di awal.
  2. Induktif: Di akhir.
  3. Campuran: Di awal dan akhir.
  4. Ineratif: Tersebar.

Teks Prosedur

Teks prosedur menjelaskan cara dan proses (prosedur) suatu aktivitas, mencakup proses membuat, melakukan, dan lain-lain.

Berikut struktur teks prosedur.

  1. Pendahuluan atau Tujuan.
    Mengenalkan apa yang ingin dijelaskan prosesnya.
  2. Alat dan Bahan.
  3. Langkah-Langkah.
  4. (Penutup).

Teks Berita

Teks berita menjelaskan informasi atau kabar tentang suatu peristiwa, terkait apa, di mana, siapa, kapan, mengapa, dan bagaimana.

Bedanya dengan teks eksplanasi, teks berita lebih bersifat informatif, menyampaikan kabar. Sedangkan teks eksplanasi bersifat analitis.

Berikut struktur teks berita.

  1. Orientasi.
  2. Peristiwa.
  3. Sumber.

Surat Menyurat

Hmh, sekolahku aja gak bisa menulis surat dengan baku. Jangankan sekolahku, surat resmi Kemenag juga gak baku. Ajarin dong mereka sastra, jangan kami doang ….

Saya membaca surat yang mereka edarkan dengan geram, “Yang nulis profesional gak sih?” tanyaku. Kenapa bahasa Indonesia begitu asing pada warga-warganya sendiri?

Teks Laporan

Teks laporan memberi tahu informasi terkait hasil observasi, analisis, dan lain-lain. Ditulis sebagai pertanggungjawaban penulis terhadap apa yang telah dilaksanakan atau diteliti.

Struktur umumnya sebagai berikut.

  1. Pendahuluan.
  2. Isi.
  3. Penutup.

Teks Laporan: Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi (sesuai namanya) menjelaskan hasil pengamatan suatu objek. Teks laporan bersifat objektif.

Bedanya dengan teks deskripsi, teks laporan hasil observasi lebih memaparkan fakta dan data sesuai pengamatan, disampaikan apa adanya. Sedangkan teks deskripsi lebih memfokuskan pancaindra kepada pembaca, dan memungkinkan pendapat penulis di dalamnya.

Berbeda-beda sumber mengatakan beda-beda struktur.

Iklan, Slogan, dan Poster

Artikel Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer menjelaskan hasil penelitian dengan gaya bahasa yang mudah dicerna, dengan cara yang menarik, dan topik yang sedang populer.

Strukturnya mirip dengan laporan.

  1. Pendahuluan.
  2. Isi.
  3. Penutup.

Karya Fiksi

Unsur-unsur karya fiksi terbagi dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur intrinsik adalah unsur yang ada di dalam cerita, mencakup tema, latar, alur, tokoh, penokohan, dan lain-lain. Sedangkan unsur ekstrintik adalah unsur luar yang memengaruhi cerita, seperti latar belakang penulis (asal, pengalaman, dan lain-lain).

Berikut struktur teks (bisa dalam bentuk lain, seperti game, film, dan lain-lain) cerita fiksi.

  1. Orientasi.
    Perkenalan terhadap tokoh, latar, alur, dan unsur-unsur intrinsik lainnya.
  2. Konflik.
    Mulailah rangkaian permasalahan. Masalah-masalah mereka bertambah. … Dan akhirnya sampai di titik klimaks, puncak konflik di dalam cerita.
  3. Resolusi.
    Berisi akhir konflik, bagaimana cerita berakhir. Bahagia? Sedih? Menggantung? Tergantung penulis. Terkadang masalah selesai dengan baik, dan cerita berakhir bahagia. Ataupun antagonis yang menang, dan cerita berakhir sedih. Atau bahkan masalah selesai dengan ambigu?
  4. Koda.
    Berisi akhir cerita, biasanya berupa amanat, pesan, atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis.

Teks Ulasan

Teks ulasan (atau resensi) berisi penilaian dan komentar terhadap suatu karya sastra.

Berikut strukturnya.

  1. Identitas Karya.
    Penulis, judul, penerbit, dan tahun terbit.
  2. Orientasi.
  3. Sinopsis dan Tafsiran.
  4. Evaluasi.
    Berisi pendapat pengulas.
  5. Ringkasan atau Kesimpulan.
    Bisa berisi saran untuk penulis karya.

Teks Pidato

Teks pidato berisi ungkapan, pemikiran, gagasan, atau ide yang hendak disampaikan di khalayak umum. Teks ini dapat bersifat persuasif.

Berikut strukturnya.

  1. Pembukaan.
    Berisi salam pembuka, salam penghormatan, dan kata pengantar. Jangan lama-lama basa-basinya!
  2. Isi.
  3. Penutup.
    Mencakup kesimpulan, ajakan, dan salam penutup.

Teks Rekon

Teks rekon menjelaskan peristiwa yang terjadi di masa lalu, biasanya pengalaman penulis pribadi. Teks ini disampaikan secara kronologis, mulai dari awal hingga akhir.

Berikut strukturnya.

  1. Orientasi.
    Pengenalan terhadap cerita, terkait siapa, apa, kapan, dan di mana.
  2. Urutan Peristiwa.
  3. (Reorientasi.)
    Dapat berisi refleksi penulis.

Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi menjelaskan (explain) suatu peristiwa, terlebih lagi tentang sebab dan akibat peristiwa tersebut.

Berikut strukturnya.

  1. Identifikasi Fenomena.
    Perkenalan terhadap objek pembahasan.
  2. Rangkaian Kejadian.
  3. Ulasan atau Interpretasi.
    Dapat memuat pendapat penulis.

Teks Argumentasi

Teks argumentasi berisi ide, gagasan, atau pendapat penulis disertai alasan yang berdasar pada fakta dan data yang tersedia.

Berikut strukturnya.

  1. Pendahuluan.
  2. Tubuh Argumen.
  3. Simpulan atau Ringkasan.